Mitos atau Fakta Mobil Matic Lebih Gampang Rusak?
Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan anggapan bahwa mobil matic lebih mudah rusak. Namun benarkah demikian atau hanya mitos semata? Dalam artikel ini Anda akan mendapatkan jawabannya.
Cek Fakta Mitos Mobil Matic
Berikut adalah beberapa anggapan mengenai mobil matic cepat rusak. Mari kita cek bersama faktanya:
-
Mobil Matic Kurang Memiliki Tenaga
Dulu mobil matic dianggap tidak bertenaga jika dibandingkan dengan mobil manual. Memang transmisi mobil matic dulunya sederhana.
Namun seiring berkembangnya teknologi, kini kapasitas mesin mobil matic semakin meningkat.
Salah satu teknologi yang sudah digunakan adalah Continuously Variable Transmission (CVT). Teknologi tersebut mampu meningkatkan kenyamanan dan akselerasi selama berkendara.
-
Tidak Boleh Menggunakan Posisi Parking Saat Mobil Dipanaskan
Tentu saja ini mitos. Faktanya Anda boleh menggunakan posisi transmisi Parking atau P dan Netral atau N. Keduanya tidak masalah karena pada posisi tersebut, oli mobil dan mesin bisa berputar dan pelumasan tetap terjadi.
Bahkan saat Anda memanaskan mobil, lebih disarankan untuk menggunakan posisi P. Karena lebih aman apabila ada kejadian tuas terjengkal. Ketika kondisi tersebut terjadi, mobil tidak bergerak dengan tiba-tiba.
-
Ada Larangan Tidak Boleh Diderek
Tidak sedikit yang percaya bahwa mobil matic tidak boleh diderek. Kenyataannya mobil tersebut tetap bisa diderek dengan memperhatikan beberapa hal, yaitu harus mengetahui posisi dari penggerak mobil.
Jika mobil menggunakan penggerak roda bagian depan, maka dua roda belakang dan depan perlu diangkat bersamaan. Begitupun sebaliknya. Kemudian pastikan tuas transmisi berada di N atau Netral dan mesin mati saat mobil diderek.
-
Penggunaan Posisi D Saat Macet Menyebabkan Kampas Cepat Aus
Mitos selanjutnya berkaitan dengan kemacetan. Faktanya menahan mobil pada posisi D ketika macet tidak menimbulkan keausan pada kopling Anda.
Transmisi otomatis sudah diformulasikan untuk menghadapi situasi macet. Jika Anda mempertahankan D dengan rem, gesekan pada transmisi tidak terjadi. Transmisi tersebut sudah dirancang agar putaran otomatis dapat berkurang.
-
Tarikannya Lambat
Selain mitos di atas, mitos satu ini juga ramai diperbincangkan dan dipercayai. Padahal saat ini mobil matic sudah banyak dilengkapi dengan dual clutch transmission atau kopling ganda.
Kehadiran teknologi tersebut memungkinkan perpindahan gigi cepat dan terasa halus bahkan bisa dikatakan setara dengan mobil manual.
Faktor yang Memengaruhi Usia Mobil Matic
Walaupun mitos-mitos di atas sudah terpatahkan, tetapi mobil matic tetap harus digunakan secara bijak agar usianya bisa lebih panjang. Apa saja faktor yang bisa memengaruhi usia mobil matic:
-
Kecepatan Stabil yang Tidak Dijaga saat di Tanjakan
Faktor pertama, terkadang pemilik mobil matic membiarkan mobilnya berhenti dalam waktu lama dengan torque converter.
Tujuannya menahan mobil di tanjakan tanpa mengandalkan rem. Kondisi tersebut bisa menyebabkan suhu transmisi naik secara drastis.
-
Volume Oli yang Kurang
Anda bisa memeriksa volume oli dengan dipstick. Apabila volumenya kurang atau habis, maka sistem transmisi akan terganggu. Bahkan transmisi matic Anda bisa langsung mengalami kerusakan.
-
Gaya Mengemudi
Faktor selanjutnya berkaitan dengan cara Anda dalam mengemudi. Apabila Anda sering kickdown atau engine brake secara berlebihan maka bisa memengaruhi usia transmisi mobil matic Anda.
Penggunaan kickdown dan engine brake sebaiknya Anda lakukan sesuai dengan kebutuhan.
Wajar jika produk terbaru diragukan kualitasnya karena masih dalam masa perkembangan. Namun seiring semakin canggihnya teknologi dan penelitian yang dilakukan, produk terbaru tersebut akan mendapatkan reputasinya.
Termasuk mobil matic. Kini penggunaan mobil matic sudah sangat banyak di Indonesia. Suzuki juga memiliki banyak pilihan model mobil matic dengan teknologi canggihnya. Temukan produk mobil matic Suzuki hanya di http://suzuki.batara.co.id.