Cara Aman Mengerem Mobil Saat Kondisi Jalan Basah atau Hujan
Pada mobil dengan ABS, Anda boleh menginjak rem penuh dan biarkan sistem bekerja, tetapi threshold braking tetap memberikan kontrol lebih baik karena Anda bisa merasakan batas traksi. Latihan di area aman dapat membantu Anda mengenali sensasi pedal saat ban mulai kehilangan cengkeraman.
3. Hindari Pengereman Saat Melewati Genangan Air
Jika Anda terpaksa melewati genangan, jangan mengerem di saat ban sedang melintasi air. Saat ban berada di atas genangan, gaya angkat hidrodinamik membuat ban tidak menyentuh aspal sama sekali. Mengerem pada saat itu hanya akan membuat roda terkunci atau ABS bekerja mati-matian tanpa efek perlambatan yang berarti. Sebaliknya, keremlah sebelum genangan, lalu lepaskan pedal rem saat ban masuk ke air, dan baru kerem lagi setelah ban keluar dari genangan. Ini membutuhkan antisipasi dan pandangan jauh ke depan.
4. Periksa Kondisi Ban Secara Rutin
Ban adalah satu-satunya komponen yang menghubungkan mobil dengan jalan. Kedalaman alur kembang ban harus di atas 3 mm untuk dapat membuang air dengan efektif pada kecepatan 80 km/jam. Jika alur sudah aus, aquaplaning bisa terjadi pada kecepatan yang lebih rendah. Tekanan angin juga harus sesuai rekomendasi pabrikan; tekanan terlalu rendah atau terlalu tinggi akan mengurangi luas kontak ban dengan aspal dan memperpanjang jarak pengereman. Cek kondisi ban minimal sebulan sekali, terutama menjelang musim hujan.
5. Jaga Jarak Aman yang Lebih Longgar
Di jalan kering, aturan jarak aman umumnya dua detik dari kendaraan di depan. Di jalan basah, perpanjang menjadi empat detik. Alasannya sederhana: jarak pengereman di aspal basah bisa bertambah hingga dua kali lipat dibandingkan aspal kering. Jika mobil di depan mengerem mendadak, Anda membutuhkan ruang lebih untuk berhenti tanpa harus mengerem panik. Gunakan patokan objek statis di pinggir jalan untuk menghitung waktu antara kendaraan di depan melewati objek tersebut hingga mobil Anda melewatinya.
Menyikapi Situasi Darurat Saat Hujan
Meskipun Anda sudah menerapkan teknik di atas, situasi darurat tetap bisa terjadi, misalnya kendaraan di depan berhenti mendadak atau hewan menyeberang. Jika Anda harus mengerem keras di jalan basah, tetap injak rem dengan mantap tanpa melepasnya. Jika ban mulai selip atau mobil tidak merespons belokan, lepaskan pedal rem sejenak untuk memulihkan putaran roda, lalu arahkan setir ke arah yang Anda tuju, baru kerem lagi. Ini mirip dengan teknik cadence braking yang digunakan di lintasan balap, tetapi bisa diterapkan di jalan umum dengan tetap tenang.